News Update

Riedl: Kontribusi Gonzales Untuk Timnas Masih Besar

Cristian Gonzales - IST
Seputar Timnas - Christian Gonzales mengawali pesta Indonesia ke gawang Pakistan. Gol di menit ke-3 itu berawal dari bola mati di sisi kanan pertahanan Pakistan. Bola yang cerdik di arahkan ke tiang jauh, menciptakan skrimit. Tanpa kesulitan berarti, El Loco meneruskan ke gawang yang sudah kosong.

Namun setelah gol itu, satu-satunya pemain naturalisasi yang dimainkan Alferd Riedl tersebut, tak bisa berbuat banyak. Dia mendapat kawalan ketat 2-3 pemain begitu ada di kotak berbahaya.

"Salah jika disebut perannya minim. Gonzales justru punya peran besar menarik fokus 2-3 pemain lawan sehingga menciptakan ruang bagi pemain kita lainnya," terang Riedl usai pertandingan.

Pelatih asal Austria tersebut juga mengapresiasi permainan Steven Anderson Imbiri sepanjang 73 menit sebelum digantikan Dedy Hartono. "Imbiri main cukup bagus, begitu juga Dedi Hartono. Tapi saya berharap jangan terlalu dilebih-lebihkan. Perjalanan tim masih panjang untuk temukan performa terbaiknya," beber Riedl terkait aksi 2 pemain debutan tersebut.

Kemenangan 4 gol tanpa balas itu bahkan disebutnya hasil yang wajar. Tapi yang membuat kaget Indonesia adalah permainan kasar Pakistan. Salah satunya bahkan berbuah kartu merah yang dilayangkan wast Pasetyo Hadi kepada saddam Hossain. 

Striker bernomor punggung 17 ini dengan sengaja meloloskan kakinya ke kiper Dian Agus Prasetyo yang sudah menguasai bola di menit 26. Beruntung tidak berdampak serius pada kiper ketiga Timnas Senior tersebut.

Riedl pun akhirnya memaksimalkan pergantian pemain untuk mengantisipasi permainan kasar lawan. "Kami tak ingin pemain mendapat cedera serius akibat laga ini," terangnya.

Disinggung permainan kasar, pelatih Pakistan Mohammed Shamlan sebelumnya menyebutkan, tidak terlalu berlebihan. Dia justru berdalih dalam uji coba internasional sebenarnya harus dipimpin wasit internasional juga agar fair. 

"Kami dapat pelajaran berharga dari indonesia yang main sangat bagus dan sudah punya jam terbang tinggi. Soal pemain yang terlalu reaktif, saya anggap itu wajar. Karena kami berharap dipimpin wasit internasional biar fair," kelitnya.

Total dalam laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton tersebut, masing-masing tim mendapat 2 kartu kuning dan satu kartu merah untuk Pakistan.[viva]

Timnas U-19 Masih Perlu Perbaikan di Penyelesaian Akhir

Foto - Tribun
Seputar Timnas - Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menilai tim asuhannya masih memerlukan perbaikan di lini bertahan, gelandang hingga penyelesaian akhir. “Kami selalu lakukan evaluasi setelah uji coba,” ucapnya saat dihubungi, Sabtu (21/6).

Timnas Garuda Jaya telah menyelesaikan 27 laga uji coba. Dua di antaranya dikalahkan tuan rumah Oman, saat tur ke Timur Tengah dan satu lagi dari Myanmar di Jakarta. Mereka juga dua kali ditahan imbang, masing-masing tim Pra PON DIY  dan tim Pra PON Jawa Timur. Selebihnya adalah torehan kemenangan.

Menurut Indra,sebagai tim usia muda, tim asuhannya belum pas kalau dikatakan sebagai tim proporsional. “Bertahannya masih kurang, lalu gelandang kurang improvisasi, bagaimana cara-cara membuat variasi serangan, termasuk penyelesaian akhir,” urainya.

Jelas Indra menginginkan timnya agar kreatif dalam membangun serangan untuk menembus pertahanan lawan. Dia memaklumi, sebagai anak muda, mereka masih labil. Kendati demikian, usai tur Sumatra, terlihat banyak kemajuan dalam produktivitas gol.

Garuda Jaya masih akan lakukan uji coba di Bandung pada 27 Juni mendatang. “Saat ini kita ajak anak-anak rileksasi di pantai Kepri,” kata Indra. Timnas U-19 dijadwalkan langsung dari Batam ke Bandung pada 25 Juni mendatang.

Usai dari Bandung direncanakan mereka kembali berlatih di Pelatnas di Yogyakarta. “Liburan satu minggu sebelum Lebaran, usai itu kita siap-siap menuju Valencia,” kata Indra Sjafri lagi.[poskota]

Pematangan Agenda Uji Coba Ramadan Arema

Bola.net - Suharno memiliki rencana untuk menggelar laga uji coba bagi anak asuhnya pada bulan Ramadan mendatang. Namun, menurut Pelatih Arema Cronus itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum rencana tersebut matang.

"Tentunya ada rencana untuk itu, tapi akan kita bicarakan terlebih dahulu mengenai hal ini dengan tim pelatih lainnya," ujar Suharno.

"Selain itu, kita juga akan berbicara dengan Pak Rudy (Rudy Widodo, General Manager Arema), sebagai wakil CEO tentang hal ini," sambungnya.

Sebelumnya, Arema Cronus sukses memetik kemenangan telak dalam laga uji coba perdana mereka di jeda libur panjang kompetisi ISL 2014. Menghadapi PS Djagung di Stadion Gajayana Malang minus sejumlah pemain intinya, Sabtu (21/6), Arema menang telak 4-0 melalui hat-trick Sunarto dan satu gol Alberto Goncalves(den/gia)

Victor Igbonefo Senang Bisa Gabung Timnas U-23

Victor Igbonefo - Ongisnade
Seputar Timnas - Bek Arema Indonesia Cronus, Victor Igbonefo telah bergabung dengan Timnas Indonesia U23 dalam mempersiapkan diri menuju Asian Games 2014. Tidak dipungkiri situasi ini menjadi pengalaman baru bagi pemain naturaliasi asal Nigeria tersebut.

Seperti yang diketahui jika Timnas U23 yang turun dalam ajang Asian Games diperbolehkan menggunakan tiga pemain senior. Victor yang sudah berusia 28 tahun pun masuk daftar panggil bersama dua pemain naturalisasi, Greg Nwokolo dan Raphael Maitimo.

Lantas apa komentar Victor Igbonefo? Meski turun pangkat dari timnas senior ke timnas U-23, Victor mengaku tidak mempersoalkannya. Dia justru merasa senang dan lebih muda karena bisa berkumpul dengan juniornya.

“Tidak masalah saya ke timnas U-23. Saya juga bisa berikan pengalaman saya. Pemain timnas U-23 sebenarnya sudah bagus, banyak yang main di ISL” ungkap pilar Singo Edan ini.

Sebelumnya Victor sempat bingung karena timnas senior juga melakukan pemusatan latihan di Sidoarjo-Malang pada waktu yang hampir bersamaan. Namun karena timnas U-23 lebih membutuhkan, akhirnya mantan pemain Persipura Jayapura ini harus berangkat ke Yogyakarta.

“Saya selalu siap. Timnas mana yang butuh tenaga saya pasti akan saya bantu” tambahnya seperti yang dilansir situs resmi Arema.

Performa Igbonefo sebagai salah satu pemain belakang memang cukup mentereng. Didukung fisik dan stamina yang mumpuni, Igbonefo menjadi andalan Arema sekaligus Timnas Indonesia dalam menghalau serangan musuh.[sidomi]

Timnas U-23 Masih Cari Lawan Tanding

Timnas U-23 - IST
Seputar Timnas - Tim nasional sepak bola usia di bawah 23 tahun (timnas U-23) akan mengadakan laga uji coba di Stadion Manahan Solo pada 22 Juni 2014. Namun tim asuhan pelatih Aji Santoso tersebut kesulitan mendapatkan lawan untuk uji coba.

Sebelumnya timnas U-23 dijadwalkan akan menghadapi tim Irak U-23. Namun, dalam hitungan hari, rencana itu buyar. Menurut Ketua Panitia Lokal Solo Paulus Haryoto, gagalnya pertemuan tim Garuda Muda dengan Irak disebabkan faktor keamanan.

“Situasi keamanan di Irak sedang tidak stabil, sehingga tidak memungkinkan bagi pemain Irak datang ke Indonesia untuk pertandingan uji coba melawan timnas U-23,” katanya, Jumat, 20 Juni 2014. 

Penyebab lainnya, tim dari negara berjuluk Seribu Satu Malam tersebut tidak siap menghadapi Indonesia. “Sehingga akhirnya batal,” ucapnya.

Tak menunggu lama, Badan Tim Nasional segera mencari tim pengganti. Paulus mengatakan tim Oman U-23 sempat dibidik untuk menjadi lawan latih tanding tim Indonesia di Stadion Manahan. “Mereka (Oman) menyatakan setuju melawan Indonesia,” katanya.

Namun, karena kendala transportasi dari Oman ke Indonesia dalam waktu mendadak, rencana itu lantas batal. Kemudian alternatif lainnya, tim Indonesia U-23 akan melawan Republik Guyana. “Mereka menyatakan setuju dan sanggup menghadapi Indonesia pada 22 Juni nanti,” ujarnya.

Dia mengatakan, hingga Kamis siang, 19 Juni 2014, tim Guyana U-23 masih menyatakan kesanggupannya datang ke Solo dan bermain melawan Indonesia di Stadion Manahan. 

Wakil Ketua Panitia Pelaksana Lokal Solo Heri Isranto mengatakan pihaknya sudah mendapat izin penyelenggaraan pertandingan meski lawannya sudah tiga kali berganti. “Kami sudah dapat izin meski ada perubahan tim yang bertanding,” katanya.

Panitia lokal mencetak 22.200 tiket untuk pertandingan uji coba tersebut. Tiket terdiri dari empat jenis, yaitu belakang gawang Rp 20 ribu, tribun timur Rp 30 ribu, tribun barat Rp 50 ribu, dan VVIP Rp 100 ribu. 

Dia optimistis masyarakat Solo akan berbondong-bondong menyaksikan timnas U-23 berlaga. Sebab, masyarakat Solo termasuk pencinta sepak bola. “Apalagi yang bertanding timnas. Kami yakin stadion akan penuh,” ucapnya.[tempo]

Kurniawan Dwi Yulianto: Timnas U19 Jangan Main di Liga Indonesia

Kurniawan Dwi Julianto - Sportsatu
Seputar Timnas - Timnas Indonesia U19 saat ini menjadi tumpuan masyarakat pecinta sepakbola nasional untuk mengukir prestasi di level internasional yang sudah lama didambakan. Oleh karena itu, para pemain Timnas U19 disarankan jangan merumput di Liga Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan striker andalan Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Menurut salah satu legenda hidup sepakbola nasional ini, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan seharusnya bermain di kompetisi yang levelnya lebih tinggi. Kurniawan Dwi Yulianto teramat menyayangkan apabila anak-anak Garuda Jaya pada akhirnya berkiprah di kompetisi domestik.

“Sangat disayangkan kalau para pemain Timnas U19 nantinya akan bermain di Liga Indonesia. Bukannya bermaksud mengecilkan kompetisi dalam negeri, tapi menurut saya alangkah lebih baik mereka bisa main di level lebih tinggi,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto di Jakarta belum lama ini.

Kurniawan Dwi Yulianto sendiri sempat merasakan merumput di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, pemain yang akrab disapa si Kurus ini memperoleh kesempatan bergabung dengan tim peserta Liga Italia Serie A, Sampdoria, saat usianya baru menginjak 20 tahun.

Timnas U19 sendiri memang diharapkan bisa menjadi tulang punggung Timnas Indonesia senior di masa mendatang. Mantan Menpora, Adhyaksa Dault, meyakini bahwa kunci kesuksesan yang diraih Timnas U19 saat ini adalah ada pada sosok pelatihnya, yakni Indra Sjafri.

Apabila Indra Sjafri tetap diberi kepercayaan untuk membimbing para pemain tim Garuda Jaya saat ini hingga beberapa tahun ke depan, lanjut Adhyaksa Dault, maka lolos ke Piala Dunia bagi Indonesia bukan lagi menjadi mimpi.

”Jika Indra Sjafri diberi kewenangan sampai 2018 untuk terus membina, mencari, dan memilih sendiri bibit timnas muda, tidak dibebani titipan, dan mendidik mereka sejak dini, saya yakin Timnas Indonesia bisa masuk Piala Dunia 2018,” ungkap Adhyaksa Dault beberapa waktu lalu.[sidomi]

Timnas Indonesia Bantai 10 Pemain Pakistan

Gonzales - IST
Seputar Timnas - Timnas senior Indonesia sukses melibas Pakistan dengan skor 4-0 dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu 21 Juni 2014. Pakistan bermain dengan 10 orang sejak menit ke-25 babak pertama, setelah Saddam Hussain diusir wasit. 

Dua gol Tim Garuda di babak pertama disarangkan oleh Cristian Gonzales pada menit ketiga dan Ahmad Jufriyanto pada menit ke-45+4. Dua gol tambahan di babak kedua dicetak Zulham Zamrun dan Dedy Hartono.

Unggul jumlah pemain, Timnas mencoba memaksimalkannya dengan bermain lebih ofensif di babak kedua. Indonesia punya peluang menambah keunggulan pada menit ke-49 setelah Cristian Gonzales lepas dari jebakan offside, sayang bola keburu dipotong Ahsanullah.  

Pada menit ke-59, Indonesia mendapat hadiah penalti setelah pemain belakang Pakistan melakukan handball di kotak penalti. Zulham Zamrun yang menjadi algojo penalti mengonversinya menjadi gol sekaligus membuat Timnas unggul 3-0 atas Pakistan. 

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl mulai mencoba memasukkan sejumlah pemain setelah keunggulan cukup telak ini. Wajah baru seperti Anindito Wahyu, Gerald Pangkali, dan Dedy Hartono demi menambah jam terbang mereka bersama Timnas senior. 

Kerjasama El Loco dengan Samsul Arif Munif nyaris mengubah papan skor pada menit ke-81, sayang tembakan Samsul masih melenceng. Pakistan tampak kesulitan menahan gempuran Tim Garuda sepanjang babak kedua. 

Pemain pengganti Dedy Hartono menyarangkan gol pada menit ke-87, gol bermula dari umpan silang Zulham yang gagal diantisipasi bek Pakistan, lalu jatuh di kaki Dedy yang langsung melepaskan tembakan. Indonesia memimpin 4-0 atas Pakistan. Hingga laga usai, skor tak berubah. [viva]

Susunan pemain kedua tim:

Indonesia: Dian Agus (gk); Zulkifli Syukur, Ahmad Jufrianto, M. Roby, Rizky Ripora (Ruben Sanadi 63'), Steven Imbiri (Dedy Hartono 73'), Ahmad Bustomi (Anindito Wahyu 62'), Immanuel Wanggai (Gerald Pangkali 73'), Firman Utina (Samsul Arif 62'), Zulham Zamrun, Cristian Gonzales.

Pakistan: Ahsanullah (gk) (Saqib Hanif 51'); M. Ahmed, M. Bilal, Faisal Iqbal, Ahsan Ullah, Bilawal Ur Rehman, Mehmood Khan, Saddam Husain, Sher Ali, Mansoor Khan, Abdul Salam.
Copyright © 2013.TIMNAS-BLOG - Posts · Comments
Theme Template by Bang Jali · Powered by Blogger